Frederick Douglass
Karena bisa membaca, memahami, merenungkan tulisan, dan menuliskan pemikirannya, seorang budak memiliki senjata untuk melawan.
Frederick Douglass adalah film dokumenter berkisah perjalanan intelektualitas dan perlawanan seorang budak, lika-liku memerdekakan diri, pengaruhnya dalam gerakan untuk penghapusan perbudakan, dan puncaknya adalah peran ketokohannya dalam perang saudara Amerika antara Union vs. Federasi.
Douglass kecil yang hidup bersama keluarganya di perkebunan di sekitar garis pantai Maryland terpilih di antara anak-anak budak di situ untuk dikirim ke keluarga Auld, yaitu Mr. Hugh Auld dan Ny. Sophia Auld, di Baltimore. Douglass kecil diberi tugas untuk melayani dan memomong anak mereka, Thomas kecil. Dalam konstruksi sosial, Douglass kecil juga bisa dipahami untuk dipersiapkan untuk menjadi pelayan Thomas di masa dewasanya kelak.
Nyonya Sophia Auld, ibunya Thomas, tidak paham bagaimana memperlakukan dan mempersiapkan mental budak anak-anak agar tetap tunduk dan tidak membangkang. Karena belum pernah punya budak, ia mengajari Douglass membaca. Hingga akhirnya ia ditegur bagaimana menciptakan ketertundukan mental seorang budak.
Membaca dan memahami adalah kemampuan yang harus dijauhkan untuk bisa diakses budak, bisa menimbulkan ketidakpatuhan.
Douglass adalah budak anak-anak yang bisa membaca, ia memiliki dorongan kuat untuk bisa membaca dan memahami buku. Kadang mengambil biskuit tuannya untuk ditukar ke anak-anak tuan lain yang mau mengajarinya membaca. "Columbian Orator" adalah buku yang menginspirasi dan menyemai bibit pembangkangan dalam dirinya dan kelak sikap radikalnya melawan perbudakan.
Douglass muda adalah pembangkang terhadap tuan masa kecilnya, Thomas Auld. Berbagai usaha sudah dilakukan untuk menjadikan Douglass patuh dan tunduk, tidak membangkang. Termasuk mengirim ke Edward Covey, sosok pendisiplin budak, dikenal sebagai "Mr. Bound-Braker". Sebab metode-metodenya yang tidak manusiawi dalam melakukannya, penyiksaan fisik dan usaha menjatuhkan spirit dan mentalnya serta pelecehan-pelecehan lain. Tak berhasil. Malah, Edward Covey dihajarnya pada suatu malam. Perlakuan ini mengkristalkan watak kasar dan radikal Douglass lebih kuat lagi. Thomas bisa saja membunuhnya, tetapi Douglass adalah aset. Ia mengirim Douglass ke Mr. William Gardner, seorang pengusaha galangan kapal di Baltimore. Di sini pula ia mengenal Anna Murray, perempuan yang kepadanya ia jatuh hati.
"Frederick, kamu tidak akan menjadi budak seumur hidupmu .... Frederick, aku tidak mau ayah anak-anak kita menjadi budak."
Anna adalah perempuan yang menginputkan pemikiran-pemikiran akan kebebasan menjadi lebih kuat lagi dalam otak Douglass. Ia juga yang merancang pelariannya ke wilayah negara bagian yang bebas perbudakan, Pennsylvania, dengan cara menyamarkan Douglass sebagai pelaut. Mereka menikah di sana kemudian. Douglass adalah budak terdidik, bisa membaca. Kemampuan orasinya terasah. Ia tahu apa yang harus diperbuat melawan praktik perbudakan, caranya meningkatkan protofolio politiknya. Aktivitas politiknya menentang perbudakan semakin intens.
Lobi-lobi kuat para tuan kaya dari pihak Selatan ke Kongres melahirkan Undang-Undang tentang Budak Buronan 1850, sebuah usaha politik untuk bisa membawa balik budak-budak yang kabur ke Utara, juga usaha untuk memidanakan siapa saja baik orang berkulit hitam atau putih yang membantu pelarian budak, untuk dikriminalisasikan. UU mengancam Afro-Amerika di Utara, baik budak buronan atau Afro-Amerika bebas.
Pada 1860, Lincoln terpilih menjadi presiden, ia presiden yang tegas posisinya tentang anti perbudakan. Namun sebagai politisi dan negarawan, kebijakannya berada pada pagar batas etis politik. Isu perbudakan meruncing dan perang saudara pecah pada 1861.
Douglass adalah pengkritik keras kebijakan-kebijakan Lincoln di dua tahun pertama meletusnya perang. Opini-opini kerasnya berusaha mendorong pihak pemerintah Union merekrut tentara kulit hitam dan mepersenjatainya dalam perang tersebut. Lincoln pada akhirnya memperbolehkan Afro-Amerika mendaftar dan pergi berperang di setengah babak yang akhir dari berlangsungnya perang saudara Amerika yang berlangsung 4 tahun itu, yang menjadi awal terhapusnya perbudakan.
Dicopy dari : Mas Agung
https://www.facebook.com/100003686485049/posts/pfbid0226jGcHKPCEna2m6R8Nye1ZACUnTAxTF75NrsnTk8gfWXwvjQ6dY2MNVC3V3NSjAnl/?mibextid=Nif5oz

Komentar
Posting Komentar